Mempersiapkan Haji Sejak Dini

oleh -230 views

Royalnews – Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) berpesan, agar umatnya selalu memanfaatkan waktu sedemikian rupa untuk berbuat kebaikan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW mewasiatkan lima perkara penting agar dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum datangnya lima perkara. Kelima perkara tersebut, hidup sebelum mati, muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin dan lapang sebelum sempit.

Boleh jadi kelima perkara itu ada dalam diri kita saat ini selagi hidup, sehat, muda, kaya dan lapang. Memang, bicara soal usia itu merupakan salah satu misteri ilahi, tak satu pun manusia yang mengetahui. Hanya Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) yang tahu, sebab Dia yang Maha Mengetahui. Sebagai manusia kita tidak akan pernah tahu kapan ajal tiba. Kematian boleh jadi menjemput para lansia. Tapi maut juga bisa kapan saja datang kepada mereka yang masih balita. Sejatinya, maut akan menghampiri siapa saja tanpa diduga manusia.

Menurut Presiden Direktur Mariam Travel, Linda Raditya Gambiro pesan Rasulullah itu mengandung arti bahwa siapapun kita, sebagai umat Islam, mumpung masih diberi kesehatan, kelapangan, dan usia muda, maka harus bisa mempersiapkan diri untuk bisa berhaji sedini mungkin. Dalam konteks ini, selagi muda tak ada salahnya menabung untuk pergi haji. “Ketika tiba waktunya berangkat ke Tanah Haram, kondisi fisik masih sehat, usia belum tua, karena ibadah haji maupun umrah adalah ibadah fisik,” katanya.

Menurut Linda, banyak kaum muslim yang sering kali mempersiapkan haji saat usia dewasa atau setelah merasa mapan. Bahkan tak jarang yang merencanakannya ketika memasuki lansia. Akibatnya, banyak jamaah haji maupun umrah Indonesia didominasi kalangan lansia. Padahal secara fisik, tentu akan mempengaruhi kemampuan saat mengikuti rangkaian ibadah haji dan umrah. “Karena itu, sebaiknya para orangtua harus mendidik anak-anaknya untuk segera bisa mempersiapkan diri agar bisa berhaji maupun umrah sejak dini,” katanya.

Orang yang beragama dengan baik, lanjut Linda, pada prinsipnya akan membawa pada lingkungan sekitar. Haji dan umrah merupakan salah satu mekanisme investasi perbaikan kualitas manusia. Generasi muda yang sudah mampu berhaji atau umrah baik secara materi maupun mental akan menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. “Selama ini banyak anggapan orang yang banyak dosa ketika ke Tanah Suci akan mendapat balasan. Padahal, kita ke sana itu untuk memohon ampunan, bertaubat. Jadi jangan takut untuk berhaji atau berumrah di usia muda,” imbuhnya.

Sebagaimana data yang dimiliki Kementerian Agama (Kemenag), profil jamaah haji Indonesia lebih dari 70% merupakan kelompok resiko (risti). Kelompok ini merupakan jamaah haji yang berusia lanjut dan mengidap penyakit tertentu. Setidaknya, data Kemenag juga menyebutkan calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu menembus angka 2 juta orang. Dari jumlah tersebut, calon jamaah haji yang berusia 60 tahun mencapai 300 orang dan yang usianya mencapai 80 tahun tercatat 11 ribu orang.

Melihat kondisi seperti itu, Kemenag musti membuat formulasi tertentu terkait komposisi jamaah yang akan diberangkatkan. Karena itu, sejak 2012, Kemenag menggencarkan gerakan berhaji di usia muda. Selain untuk memudahkan manajemen pelaksanaan haji, juga sebagai upaya antisipasi lamanya waktu tunggu yang mencapai 10-20 tahun.

Lagi-lagi, mumpung masih sehat, masih muda dan ada kesempatan, maka persiapkan dari sekarang. Artinya jika sehat dan tenaga kuat, tentu akan mendukung aktivitas selama ibadah haji menjadi lebih khusyu dan nyaman. Ajakan yang dicanangkan Kemenag pun disambut gembira oleh biro travel dan pihak perbankan. Pasalnya, pelaku industri travel maupun perbankan saling bersinergi menawarkan program perencanaan dana tabungan haji.

Dan ternyata, kondisi panjangnya antrian, bahkan nyaris tidak ada kepastian kapan waktu berangkat haji mendorong kalangan muda untuk memilih berumrah lebih dulu atau bergabung dengan haji khusus. Bagi warga DKI Jakarta saja, butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa berangkat haji reguler. Sedangkan untuk haji khusus, hanya butuh waktu tunggu sekitar empat tahun. Memang, dari segi biaya relatif mahal. (zie)