Tips Melakukan Perjalanan Ibadah Haji

oleh -314 views

Royalnews – Tak dimungkiri lagi, ibadah haji sebagai penyempurna rukun Islam menjadi dambaan setiap muslim. Tak heran bila umat Islam rela mengantri tahunan bahkan ada yang mencapai belasan tahun. Dan ketika seseorang dinyatakan masuk dalam daftar calon jamaah haji yang bakal diberangkatkan, tentunya kegembiraan terus melingkupinya.

Tapi, dibalik kebahagiaan itu, tentu musti mempersiapkan berbagai hal menjelang keberangkatan. Biasanya setelah menyelesaikan segala urusan administrasi terkait hingga sibuk mengikuti pembinaan dan manasuk haji, ada beberapa hal yang musti disiapkan. Selain persiapan keberangkatan, tak ada salahnya jika, calon jamaah haji pun mengetahui berbagai hal yang bakal dihadapi di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.

Setidaknya, untuk sekedar menambah informasi bagi yang tahun ini mendapatkan porsi keberangkatan, berikut  adalah sejumlah tips yang mulai dari persiapan di Tanah Air dan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.  Berikut diantaranya;

Persiapan keberangkatan :

  1. Tak ada salahnya, banyak membaca dan memperdalam lagih buku-buku tentang ibadah haji. Jangan sampai puas dan merasa cukup dengan informasi yang diperoleh dari bimbingan haji atau saat manasik saja.
  2. Biasanya, jamaah haji akan mendapatkan buku panduan haji dari Kementerian Agama, sebaiknya dibaca-baca sebelum keberangkatan. Jika perlu beberapa doa yang mampu dihafal, lebih baik dihafalkan. Jangan baru dibaca setelah sampai di Tanah Suci.
  3. Jika memang masih ada hal-hal yang mengganjal tentang pelaksanaan haji, ada baiknya menanyakan kepada pembimbing atau pihak-pihak yang berkompeten sebelum bertolak ke Tanah Suci, agar tidak bingung setibanya di sana.
  4. Jangan kaget, jika selama di Tanah Suci, pembimbing haji tidak setiap saat akan menemani Anda, biasanya mereka menemani pada saat tertentu saja. Jadi, sebaiknya rencanakan kegiatan sendiri atau berkelompok untuk mengisi waktu luang selama di Tanah Suci.
  5. Tak ada salahnya jika sebelum keberangkatan perbanyak ibadah sholat taubat, tahajud, dhuha serta sholat sunnah lainnya. Jangan lupa mohon agar segala dosa dan air yang dimiliki ditutup dan diampunkan.
  6. Jaga kesehatan dan stamina tubuh dengan cara melatih banyak berjalan jauh di pagi hari dan olahraga secara teratur sesuai kemampuan. Sebab, ibadah haji itu ibadah fisik, banyak melakukan perjalanan jauh yang bertumpu pada kekuatan kaki (jalan kaki, atau lari-lari kecil). Karena itu fisik harus kuat, pola makan dan tidur teratur, sementara selama di Tanah Suci, waktu istirahat dan tidur banyak berkurang.
  7. Tak ada salahnya untuk menulis wasiat, jika diperlukan. Sebab, tidak mustahil Allah mentakdirkan Anda meninggalkan dunia untuk selamanya sewaktu di Tanah Suci.
  8. Perbekalan pribadi sebaiknya jangan terlalu banyak membawa pakaian. Cukup bawa pakaian seperlunya saja, Anda juga bisa membelinya di sana juga memungkinkan untuk mencucinya sendiri maupun lewat jasa laundry. Apalagi bagi Anda yang berniat ingin membawa oleh-oleh sekembalinya dari Tanah Suci, tentunya akan  menambah beban barang bawaan. Disamping itu, kuota bagasi sangat terbatas.
  9. Bekal dalam bentuk makanan, bagi Anda yang memang kurang menyukai makanan Arab lantaran lebih banyak direbus dan rasa bumbu yang kurang, bisa mengatasinya dengan membawa makanan siap santap yang dikeringkan.
  10. Obat-obatan yang bersifat pribadi sebaiknya dipersiapkan tersendiri. Karena biasanya, obat-obatan yang disiapkan penyelenggara hanya bersifat umum. Jangan lupa pula membawa lotion kulit untuk mencegah sengatan matahari langsung yang memang suhu udaranya cukup tinggi dan lembab.
  11. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, siapkan tambahan uang Saudi Riyal (SR) jauh-jauh hari. Hindari pembelian saat mendekati keberangkatan, sebab harganya bisa menjadi mahal. Memang di Tanah Suci banyak terdapat money changer, tapi harga beli Riyal relatif mahal. Dan jika memungkinkan siapkan mata uang dalam bentuk Dollar Amerika (US$) yang bisa ditukar di sana. Perlu diketahui nilai konversi dari dolar Amerika ke Riyal cenderung stabil.
  12. Jangan lupa membawa alat komunikasi selular. Selain untuk memudahkan komunikasi dengan kelompok selama di Tanah Suci maupun bercengkrama dengan keluarga yang ditinggalkan di waktu senggang. Tak ada salahnya Anda membawa alat dokumentasi berupa kamera digital, atau handphone yang kini sudah banyak dilengkapi kamera. Pasalnya, ada banyak momen dan tempat yang bisa diabadikan sendiri.

Saat di Tanah Suci:

  1. Ikuti secara tertib apa-apa yang diatur dan diarahkan oleh pembimbing haji, karena mereka lebih tahu kondisi dan apa yang akan dijalankan selama pelaksanaan haji. Meski Anda terbilang orang pintar, jangan merasa pintar, dan bandel, terlebih bagi Anda yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
  2. Ketika berada di Masjidil Haram, usahakan perbanyak thawaf sunnah, sholat sunnah, membaca Al-Quran. Perbanyak doa di tempat-tempat mustajab seperti Multazam, Hijir Ismail dan yang lainnya. Jika kondisi tidak memungkinkan, jangan paksakan untuk mencium Hajar Aswad, terlebih kaum perempuan. Sebaiknya perbanyak sholat sunnat di lokasi Hijir Ismail, pilih waktu yang tak terlalu ramai jamaah.
  3. Sebaiknya hindari keseringan jalan-jalan ke tempat belanja, sebab tujuan ke Tanah Suci adalah untuk beribadah, dan kesempatan untuk bisa kembali ke Tanah Suci butuh waktu lalu, jadi manfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  4. Sewaktu di Masjid Nabawi, manfaatkan waktu kunjungan yang telah diatur oleh pengelola masjid untuk mengunjungi dan bisa sholat di Raudhah. Karena lokasi yang terbatas sementara peminat membludak dan waktu yang  sempit, sebaiknya cari waktu-waktu yang pas. Ingat, ada baiknya untuk tetap waspada, letakkan tas paspor Anda di depan dada. Di samping itu hindari menyimpan uang di seluruh tas paspor, sebaiknya bawa uang seperlunya saja. Untuk bisa menembus masuk ke Raudhoh disarankan mengambil waktu tengah malam hingga jelang pelaksanaan sholat subuh.
  5. Usahakan membawa uang pecahan SR 1 atau lebih untuk disedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Memang di baik di Masjidil Haram maupun di Masjidi Nabawi Anda tidak akan menemukan kota amal, tapi tak usah kuatir, Anda bisa menyedekahkannya kepada para petugas kebersihan yang tak sedikit pula berasal dari Indonesia.
  6. Bagi jamaah perempuan yang hendak bepergian, sebaiknya minta didampingi oleh suami atau saudara, teman laki-laki. Jangan keluyuran sendiri dan usahakan selalu berombongan. Termasuk ketika berada di hotel, sebaiknya ditemani dan atau pergi keluar masuk hotel secara berkelompok, hal ini untuk menghidari hal-hal yang tidak dimungkinkan. Terlebih bagi mereka yang berasal dari daerah yang terkadang terkendala masalah bahasa. Begitu juga dengan kaum manula, jangan sampai bepergian sendiri.
  7. Perhatikan dan ingat nama serta lokasi hotel yang ditinggali. Ada baiknya untuk mengingat tanda-tanda sekelilingnya agar jika tersesat bisa kembali lagi dengan selamat. Dan untuk mudah dikenali sebaiknya selalu mengenakan seragam jamaah haji Indonesia atau atribut lainnya.
  8. Ketika Anda mengalami sesuatu yang tidak dikehendaki atau mengalami musibah, sebaiknya segera perbanyak istigfar dan bertaubat kepada Allah SWT.
  9. Jangan kaget, ketika di sana, banyak aktivitas yang dilakukan dengan mengantre, mulai dari makan, mandi, naik bis, hingga wudhu serta aktifitas lainnya. Karena itu, Anda harus sabar dan gunakan rasio serta rasa toleransi yang tinggi. Jaga diri jangan sampai emosian, egois, sok pintar dan selalu mengatur, karena memang selama di Tanah Suci Anda musti ekstra sabar namun tetap hati-hati.
  10. Ketika di Masjidil Haram, jika ingin ke toilet, sebaiknya jangan pada saat mendekati waktu sholat. Pasalnya, bisa jadi nanti malah terjebak tak bisa lagi masuk ke tempat sholat dan akhirnya sholat di lantai toilet, lantaran pintu keluar tangga toilet sudah tertutup oleh shaf sholat. Sebaiknya kurangi makan dan minum jika ingin ke masjid, lebih baik ketika pulang dan istirahat di hotel baru makan diperbanyak untuk menjaga kesehatan. Yang perlu diingat, jarak untuk menuju ke toilet relatif jauh dan musti antri, jadi harus pintar merencanakan.
  11. Sebaiknya gunakan ponsel seperlunya saja untuk komunikasi, jangan lupa saling mencatat nomor-nomor penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi pasangan suami-istri, ada baiknya masing-masing bawa ponsel, jika tersesat atau selisih jalan bisa saling berkomunikasi.
  12. Bagi pasangan suami-istri, ada baiknya selalu jalan bersama. Tak sedikit suami-istri, meski tampak rukun sewaktu di Tanah Air, tapi ketika di Tanah Suci kerap bertengkar, atau ribut gara-gara sering tak sejalan, atau salah paham.
  13. Bangsa Indonesia dikenal dan disukai oleh bangsa-bangsa lain, karena tertib, sopan, banyak senyum, jarang membuat ulah. Jika banyak yang menyapa sapalah dengan sopan. Di sana biasanya bangsa Turki yang suka duduk berdekatan dengan orang Indonesia di dalam Masjid.
  14. Jika banyak mengalami hal yang menimbulkan beda pendapat, sebaiknya hindari untuk berdebat. Jika menemui hal demikian, kembalikan saja kepada aturan sebagaimana yang sudah diatur Kementerian Agama RI.
  15. Saat wukuf di Arafah yang musti diperhatikan adalah soal waktu yang terbatas hingga senja jelang magrib. Biasanya, wukuf disertai khotbah, tapi biasanya banyak pula jamaah haji seusai wukuf yang jalan-jalan, mengobrol atau berfoto ria, ada pula yang tiduran kembali. Sebaikya manfaatkan waktu yang singkat untuk memaksimalkan ibadah dzikir atau mengaji, ketimbang aktivitas diluar ibadah.
  16. Dan ketika wukuf di Padang Arafah, sebaiknya jangan masuk ke toilet lebih dari satu orang. Pasalnya, kebanyakan toilet terbuat dari fiberglass yang kurang kuat, akibatnya ditemui toilet yang jebol lantainya.
  17. Saat ada kesempatan wisata bersama ke tempat-tempat yang telah ditentukan, sebaiknya ikut saja, karena bisa jadi kesempatan itu tidak datang dua kali.
  18. Biasanya, di sana banyak ditemui tempat makan khas Arab maupun serba Indonesia. Ada pula yang mangkal di depan hotel setiap pagi hari menjajakan makanan. Hanya saja mungkin  agak sedikit berbeda aroma. Jadi, jangan kaget.

Kepulangan :

  1. Jelang kepulangan jamaah haji Indonesia memang dikenal gemar berbelanja oleh-oleh. Meski pun sebenarnya untuk urusan ini sudah bisa tersedia di Tanah Air. Hanya saja, banyak diantara mereka yang ingin membeli langsung di Tanah Suci. Memang tak dilarang, namun ada baiknya perlu diingat kapasitas bagasi setiap jamaah terbatas, belum lagi barang bawaan perlengkapan yang tentu musti dibawa kembali. Jadi jangan terlalu bernafsu untuk membeli dalam jumlah banyak.
  2. Jika memang hendak mau membeli kurma, sebaiknya beli saat di Madinah, karena selain kulitasnya lebih bagus, harganya pun lebih murah dibanding di Mekkah.
  3. Setiap jamaah akan mendapat jatah Air zam-zam yang dibagikan saat di bandara kedatangan maupun kepulangan. Kalau memang hendak membawa tambahan, ada baikya jangan berlebihan. Karena kadang ketika di bandara kepulangan, petugas akan menyisirnya dan melarangnya untuk dibawa ke dalam pesawat.
  4. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya tandai koper dan semua yang dibawa pulang dengan tanda pengenal atau tanda khusus. Hal ini selain mempermudah untuk mengenali sehingga mempercepat proses pengambilan bagasi sewaktu tiba di bandara kedatangan.
  5. Ketika pemulangan, Anda pun musti ekstra sabar. Selain waktu penerbangan yang cukup panjang, kadang keterlambatan kerap terjadi saat pemulangan. Jadi sebaiknya, nikmati saja perjalanan ibadah ini. Terlebih usai menunaikan ibadah haji, tentu mustinya ada perubahan pada diri Anda.
    Yang perlu diingat adalah bahwa perjalanan haji memerlukan pengorbanan yang tak sedikit. Tidak hanya  harta, waktu dan tenaga, berhaji merupakan proses untuk merubah diri, keluarga, dan lingkungan. Jadi, jangan sampai sia-sia belaka keberangkatan Anda ke Tanah Suci tanpa ada yang berarti. Termasuk masalah oleh-oleh yang kadang menjadi fokus utama jamaah haji, agar mulai dikesampingkan, karena berhaji bukanlah jalan-jalan. (zie)