Menikmati Surganya Wisata Singapura

oleh -169 views
Kampung Glam, Singapura.

Royalnews – Memang, Singapura dikenal sebagai surga bagi para pelancong. Tak terkecuali bagi kaum muslim, termasuk muslim Indonesia. Negara yang dihuni sekitar 5,45 juta orang yang terdiri dari etnis China, Melayu, India dan Eurasia itu mayoritas penduduknya bukan muslim. Terdapat hanya sekitar 15 persen penduduk Singapura yang muslim.

Tapi, hampir di setiap destinasi ada restoran yang menyajikan makanan halal, termasuk tempat ibadah sholat. Tak heran bila tahun ini, Singapura menduduki posisi teratas sebagai negara non-muslim dalam survei MasterCard-Cresent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015. Penilaian ini diberikan berdasarkan keamanan, servis yang baik bagi turis, terutama yang bepergian dengan keluarga, kemudahan mencari fasilitas sholat dan gerai makanan halal.

Singapura pun termasuk negeri jiran paling sibuk di dunia, baik sebagai negera tujuan wisata maupun tempat persinggahan, tak terkecuali bagi kaum muslim. Di tahun ini saja, nilai pasar wisatawan bisa mencapai US$ 145 miliar dengan jumlah wisawatan mencapai 108 juta orang. Jumlah ini merepresentasikan sekitar 10 persen dari total perekonomian pariwisata dunia.

Setidaknya, selain memiliki destinasi kelas dunia seperti Merlion Park, Universal Studio, Sentosa Island, hingga kawasan Little India, Singapura juga memiliki objek wisata yang tak pernah dilewatkan pelancong muslim. Diantaranya:

Kampung Arab

Kampung Arab atau lebih dikenal dengan Arab Street adalah pusatnya umat Islam di Singapura yang terletak di North Bridge Road. Di kampung penghasil tekstil di Singapura ini Anda akan menemukan banyak toko kaum muslim yang menjajakan berbagai jenis busana muslim dan perlengkapan ibadah. Selain itu Anda juga dapat menemukan penjual parfum, karpet, dan kain-kain mewah yang berwarna-warni, termasuk batik khas Indonesia. Kawasan ini selalu ramai dari pagi, siang hingga malam. Biasanya di malam hari kawasan Arab street banyak ditemui makanan khas Arab.

Kampung Glam

Inilah kawasan konsevasi yang akan membawa pengunjung ke masa kejayaan masa lalu. Sebuah kawasan yang pernah menjadi pusat kerajaan Melayu di Singapura. Tak hanya itu, di Kampung Glam ini, Anda bisa menelusuri gaya arsitektur bangunan, ornament yang eksotik, dan menikmati kelezatan makanannya.

Dulu kawasan ini merupakan istana Sultan Melayu. Penguasa pertama adalah Sultan Hussein Mohamed Shah yang menempati hingga tahun 1835. Kemudian, bangunan istana kembali dibangun pada tahun 1840 oleh putranya, Tengku Muhammad Ali yang dikemudian hari bergelar sebagai Sultan Ali Iskandar Shah. Istana ini terletak di Kampung Glam, di daerah Rochor. Kini, kawasan istana Kampung Glam dikelola   oleh Malay Heritage Centre.

Bagi Anda yang ingin menyusuri khasanah Islam di Singapura, khususnya di Kampung Glam ini, ada baiknya memilih waktu saat bulan Ramadhan. Sebab, akan ada banyak kemeriahan berupa bazar makanan dan jajanan serta pertunjukan budaya.

Sultan Mosque

Mengunjungi kawasan Kampung Glam Singapura, rasanya tak lengkap bila tak menginjakkan kaki ke Sultan Mosque (Masjid Sultan). Masjid dengan kubah emas yang besar dan ruang shalat yang luas ini menjadi salah satu bangunan religius yang paling mengesankan dan menjadi pusat kaum muslim di Singapura.

Masjid yang dibangun tahun 1824 oleh Sultan Hussain Shah, dengan dana hibah dari East India Company.  Tak heran bila Masjid Sultan menjadi masjid tertua di Singapura. Bahkan oleh pemerintah Singapura membukukan masjid ini sebagai salah bangunan bersejarah pada 14 Maret 1975.

Masjid Sultan terdiri dari dua bangunan besar yang diperkirakan bisa menampung sekitar 5.000 jamaah. Jika Anda sempat sebaiknya jangan lewatkan untuk melihat bagian bawah kubah masjid ini. Sebab Anda akan menemukan pemandangan yang menakjubkan yang dibentuk dari botol kaca yang dikumpulkan oleh jamaah. Lokasi masjid masih di kawasan Kampung Glam, berdekatan dengan Malay Heritage Center.  Dan di kompleks masjid, tepatnya di depan masjid terdapat makam Sultan. Sayang, tidak semua orang bisa memasuki lokasi pemakanan.

 

Jurong Bird Park

Bagi Anda yang menyukai dunia burung, tak ada salahnya jika menyambangi Jurong Bird Park. Sebuah taman burung di Singapura yang sangat terkenal di seantero jagat, lantaran terbesar di dunia. Jurong Bird Park memiliki lebih dari 8.000 ekor burung dari sekitar 600 spesies yang berbeda. Burung-burung ini berasal tidak hanya dari Singapura saja, melainkan dari seluruh dunia.

Di taman burung ini terdapat fasilitas untuk mengamati burung menggunakan monorail. Anda juga bisa mengikuti atraksi burung dan termasuk memberi makan burung. Untuk bisa masuk ke taman burung ini, tiketnya seharga Rp 200.000. Jika ingin berkeliling dengan monorail Anda musti membayar sekitar Rp 50.000.

Orchard Road

Sementara bagi Anda yang doyan belanja, Singapura memang surganya. Dan tempat yang kerap ramai dikunjungi adalah kawasan Orchard Road. Di tempat ini Anda akan menjumpai begitu banyaknya pertokoan dalam bangunan mal mewah. Memang, pusat perbelanjaan di Orchard Singapura ini begitu banyak, karena itu pandai-pandailah memilihnya. Namun dari sekian banyak mal, beberapa diantara yang populer adalah Tangs Plaza, Takashimaya, Wisma Atriya dan Lucky Plaza.

Kawasan ini dikenal sebagai pusat barang-barang branded, yang menyediakan ribuan produk-produk ternama dunia, khususnya fashion. Jangan heran bila sejauh mata memandang Anda akan menemui banyak selebriti, pesohor atau konglomerat asal Indonesia tengah wira wiri di kawasan ini.  (zie)