Pilkada Bulukumba 2020: Asal Mula Jargon ‘Dikerja Bukan Dicerita’

by
Andi Utta - Edy Manaf (Ist)

BULUKUMBA – Tagline “Harapan Baru Dikerja Bukan Dicerita” merupakan tagline yang sedang ramai dibagikan pendukung pasangan calon bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) – Andi Edy Manaf.

Jargon “Dikerja Bukan Dicerita” sangat melekat pada Andi Utta sejak menyatakan diri untuk maju pada pesta demokrasi Pilkada Bulukumba tahun 2020.

Ternyata jargon tersebut bukan sekadar motto, tapi sangat bernilai bagi Andi Utta sekaligus sebagai prinsip dalam dunia usaha. Pada intinya, kata CEO PT Amaly Group itu, selogan “Dikerja Bukan Dicerita” memberikan porsi bekerja yang maksimun dibanding teori.

“Jadi prinsip dasarnya dalam usaha, jangan meeting meeting meeting terus tapi perbanyak kerja kerja,” ungkap Andi Utta. Hal itu juga mendasari sehingga Andi Utta secara spontan menulis tagline tersebut saat diminta oleh adiknya almarhum Muhammad Yusuf di sebuah acara.

“Ceritanya waktu itu diminta menulis tagline, saya spontan saja itu asli dari saya. Mungkin belum ada yang pernah buat tagline seperti itu sejak Pilkada,” paparnya.

Menurut calon bupati bernomor urut 4 itu, Kabupaten Bulukumba sudah memiliki banyak potensi yang harus dikerja secara bersama-sama. “Karena selama ini lebih banyak dicerita, terlalu banyak konsep, meeting tapi tidak ada aksi. Saatnya berubah, untuk daerah Butta Panrita Lopi,” kata Dia, Kamis 1 Oktober 2020.

Andi Utta mencontohkan dalam waktu kerja ASN delapan jam, maka sebaiknya 7 jam bekerja dan porsi meeting cukup sejam.

“Kalau jam kerja 8 jam, berarti 7 jam dikerja 1 jam dicerita. Bukan sebaliknya 7 jam meeting 1 jam dikerja,” tutup Andi Utta.

Pada Pilkada Bulukumba 2020, Paslon bertagline lengkap “Harapan Baru Dikerja Bukan Dicerita” itu mengusung visi perubahan menuju Bulukumba Baru. Khususnya reformasi dalam empat sektor, yakni Pertanian, Perikanan, Pariwisata dan Peternakan. (Rls/K4MU)