Berbagai Keutamaan di Madinah

oleh -286 views

Oleh KH Anang Rikza Masyhari*

Royalnews–Sesungguhnya hadis-hadis yang meriwayatkan mengenai keutamaan Madinah cukup banyak. Madinah adalah ibu kota Islam pertama. Madinah merupakan tempat hijrah Rasulullah. Yakni tempat beliau berjuang untuk Islam dan mengakhiri hidupnya, sekaligus tempat di mana beliau dimakamkan. Dan dari sana pula Rasulullah akan dibangkitkan.

Sesuai dengan namanya, Al-Madinah Al-Munawwarah, yaitu kota yang bercahaya, kota ini mendapat keberkahan berlipat-lipat dari Allah SWT. Karena itulah, kota ini akan terus makmur hingga ditiupnya sangkakala (Hari Kiamat), dan merupakan kota Islam yang terakhir binasa sebelum hari itu tiba.

Ketika pertama kali Rasulullah memasukinya saat hijrah, batu-batu kerikil dalam genggaman tangannya ikut bertasbih. Gunung-gunung berguncang dan terpancarlah mata air dari celah jemari Rasulullah. Di Madinah, ganjaran amalan-amalan dilipat-gandakan bagi siapapun yang beribadah di dalamnya.

Begitu juga shalat yang dilakukan di beberapa masjid di Madinah, seperti Masjid Quba, yang ganjarannya menyamai pahala umrah yang sempurna. Karenanya, bagi jamaah umrah yang telah berada di Madinah, sangat dianjurkan untuk mengunjungi Masjid Quba dengan terlebih dahulu berwudlu di hotel. Setibanya di Masjid Quba shalat dua rakaat, maka yang demikian itu akan mendapat pahala orang berumrah.

Selain Masjid Quba, ada juga Masjid Nabawi. Rasulullah menegaskan barangsiapa shalat di dalamnya, maka akan mendapatkan 1000 kali keutamaan shalat dibandingkan dengan di masjid lain di dunia, kecuali Masjidil Haram. Karena shalat di Masjidil Haram keutamaannya sama dengan 100.000 kali dibandingkan dengan di masjid lainnya.

Di luar Masjid Quba dan Nabawi adalagi yaitu Raudhah yang terdapat di dalam Masjid Nabawi. “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga.” Sejak zaman sahabat hingga kini, kaum muslimin meyakini bahwa Raudhah termasuk salah satu tempat mustajab untuk berdoa, dan akan menjadi saksi bagi siapapun yang shalat dan berdoa di dalamnya.

Dan yang tidak kalah pentingnya, adalah berziarah ke Makam Rasulullah dan kedua sahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Saat berziarah itulah, kaum muslimin sangat dianjurkan mengucapkan salam kepada Rasul dan kedua sahabatnya. Kemudian mengucapkan shalawat kepada Rasul. Malah, sebagian besar ulama menganjurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah selama berada di Madinah. Karena anjuran shalawat ini sejatinya berasal langsung dari Allah dan Rasul-Nya.

“Sesungguhnya, Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Qs. Al-Ahzab [33]56). Dan sahabat Anas bin Malik meriwayatkan dari Nabi, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, dan akan menghapuskan sepuluh kesalahannya.” (HR. Ahmad)

Keistimewaan lainnya adalah karena tamar-nya (kurma Ajwa), yang oleh Rasulullah disebutkan dapat menjadi pelindung bagi racun dan sihir. Kurma Ajwa sangat khas Madinah, dan disunnahkan untuk mengkonsumsinya minimal 7 butir pada pagi hari. Biasanya, jamaah umrah tidak melewatkan untuk membelinya dari pasar-pasar Madinah.

Ada lebih dari 20 orang sahabat yang meriwayatkan tentang keutamaan Madinah, sebagaimana Rasulullah sendiri pernah mendoakan secara khusus untuk Madinah. “Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim telah menyucikan Mekah dan berdoa bagi penduduknya, maka sesungguhnya aku pun telah menyucikan Madinah sebagaimana Ibrahim telah menyucikan Mekah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Itulah alasan mengapa Rasulullah sangat menekankan umatnya untuk mengunjungi Madinah (selain Mekah dan Masjidil Aqsha). Dalam sabdanya yang masyhur seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Janganlah berpayah-payah untuk mengadakan perjalanan, kecuali ke tiga masjid: masjidku ini, Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha.”