Menyusuri Negeri Para Nabi

oleh -

Royalnews – Di negeri yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi di timur dan selatan ini banyak menyimpan situs bersejarah, termasuk perjalanan dakwah para nabi. Sehingga wajar bila disebut sebagai negeri para Nabi.

Ya, negara yang memberlakukan visa on arrival bagi pemegang paspor Indonesia ini kerap dijadikan destinasi tambahan bagi jamaah umrah. Setidaknya, di negeri seluas 92.300 kilometer persegi ini terdapat belasan kawasan wisata bersejarah. Sebut saja ada Makam Nabi Syuaib, Gua Ashabul Kahfi, Masjid Umayyad, Masjid Al-Hussein, Pohon Sahabi, Wadi Rum, Laut Mati, Teluk Aqaba, Benteng Ajloun, Petra, dan Al Karak Castle.

Laut Mati (The Dead Sea)

Inilah kawasan wisata yang erat kaitannya dengan kisah Nabi Luth Alaihissalam (AS) yang harus menghadapi kaum yang menolak dan membangkang untuk meninggalkan perilaku yang menyimpang. Sejatinya Laut Mati –yang terletak tidak jauh dari ibukota Amman— tak seseram namanya. Kawasan ini merupakan tempat terendah di permukaan bumi, yakni 408 meter di bawah permukaan laut.

Kadar garam di laut ini begitu tinggi mencapai 31,5% atau setara dengan sembilan kali lipat dari kadar garam laut pada umumnya. Tak ayal, kondisi ini membuat orang bisa mengapung saat berenang. Di laut ini juga dapat ditemui lumpur hitam yang berkhasiat untuk kesehatan. Selain mengandung garam yang tinggi, juga banyak mengandung zat kalium, magnesium dan bromium.

Makam Nabi Syuaib

Masih tak jauh dari pusat kota Amman, terdapat makam Nabi Syuaib yang kerap diziarahi umat Islam. Makam yang terletak di arah barat laut kota Amman itu pernah direnovasi dan kini letaknya berada di dalam sebuah masjid.

Pohon Sahabi

Pohon ini menjadi saksi bisu pertemuan antara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) dengan biarawan Nasrani bernama Buhaira. Pohon Sahabi ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan pihak kerajaan Jordania setelah 1400 tahun lalu, saat memeriksa arsip negara di Royal Archives. Pohon Sahabi ini masih hidup kokoh di tengah ganasnya gurun pasir Jordania di bagian utara.

Gua Ashabul Kahfi

Konon di kota Abu Alanda masih berdekatan dengan kota Amman terdapat situs gua yang diklaim sebagai Goa Ashabul Kahfi. Goa tempat tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang mendapat petunjuk setelah tertidur selama 309 tahun lamanya sebagaimana diceritakan Al-Quran Surat Al Kahfi. Lokasinya terletak di perkampungan Al-Rajib yang berjarak 1,5 kilometer dari pusat kota.

Benteng Ajloun

Sebuah benteng ini dibangun oleh Izz al Din Usamah, seorang jenderal yang juga keponakan Salahuddin Al Ayubi. Dibangun di atas biara tua yang berada di atas perbukitan degan pandangan ke seluruh kota Ajloun sehingga menjadikan benteng ini sebagai penangkal serangan pada saat perang salib.

Masjid Al-Hussein

Khalifah Umar bin Khattab Radhiallahu Anhu (RA) di masa kekuasaannya pernah membangun Masjid Al-Hussein di kota Amman pada 640M. Masjid tertua di Jordania ini pernah runtuh. Dan di tahun 1924 masjid kembali dibangun oleh Raja Abdullah I bergaya Ottoman.

Petra

Dari sekian banyak objek wisata di Jordania yang jadi favorit adalah Petra. Situs arkeologi berupa gunung bebatuan yang dipahat menjadi bangunan luar biasa. Sehingga tak heran bila banyak biro travel penyelenggara umrah yang memasukkan Petra sebagai wisata tambahan usai umrah. Kawasan ini menjadi booming setelah diangkat menjadi latar belakang sejumlah film produksi hollywood.

Petra yang dikenal sistem pengairannya yang canggih ini juga terkenal dengan julukan City of Rose yang dipahat dari tebing batu oleh orang-orang Nabatea di bawah pimpinan Raja Aretas IV. Kota kuno Petra kembali ditemukan pada 1812, setelah 500 tahun sebelumnya menghilang.

Di kawasan ini terdapat relief-relief indah terpahat dengan detil yang mengagumkan di permukaan tebing bukit bebatuan. Ada juga celah gunung selebar lima meter yang menakjubkan yang biasa digunakan sebagai saluran air saat hujan. Kawasan Petra juga sempat dijadikan setting lokasi film karya Steven Spielberg, diantaranya Indiana Jones, Last Crusade, termasuk Transformer juga pernah syuting di lokasi ini.

Bagi Anda yang hendak berkunjung ke kawasan ini, sebaiknya mengenakan penutup kepala, masker dan kacamata. Selain untuk melindungi mata dari sengatan matahari, juga melindungi dari udara berdebu yang mengandung pasir serta mencegah hidung dari bau kotoran unta atau kuda yang menyengat.

Untuk bisa masuk ke kawasan Petra Kuno, Anda akan dikenai tiket seharga US$ 125 yang berlaku satu hari. Jarak dari pintu gerbang utama menuju ke lokasi wisata Petra sekitar 2 kilometer. Di sini pengunjung bisa menunggangi unta maupun keledai yang tersedia dengan tarif sewa US$20 dan US$10 untuk keledai. Namun Anda juga bisa menempuhnya dengan berjalan kaki saja. (*)