Akhirnya Operasional First Travel Dibekukan

oleh -275 views
Kantor First Travel saat digeruduk jamaah beberapa waktu lalu. (foto:ist)
Kantor First Travel saat digeruduk jamaah beberapa waktu lalu. (foto:ist)

Royalnews – Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) akhirnya mengambil langkah tegas terhadap instansi atau perusahaan yang diduga aktif melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin.

Salah satunya adalah PT First Anugerah Karya Wisata, penyelenggara ibadah haji dan umrah yang mengibarkan bendera First Travel (FT). Satgas telah membekukan operasional dari  biro travel ini. Demikian sebagaimana disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/7).

Sebelumnya, First Travel santer diberitakan terkait kasus penipuan ribuan jamaah yang gagal berangkat umrah. Bahkan beberapa waktu lalu kantor operasional First Travel di kawasan TB Simatupang pernah digruduk ratusan jamaah lantaran tak kunjung mendapat kejelasan kapan diberangkatkan.

Beberapa langkah sebenarnya telah ditempuh sebelumnya oleh Kementerian Agama untuk meminta klarifikasi First Travel yang tak kunjung memberangkatkan ribuan jamaahnya. Seperti mediasi yang melibatkan Kemenag, First Travel  dan perwakilan dari jamaah. Namun, First Travel selalu mangkir dan tak pernah menunjukan batang hidungnya.

Lewat pembekuan ini, maka Satgas Waspada Investasi menghimbau First Travel untuk menghentikan segala kegiatan operasionalnya seperti: penawaran promo umrah di bawah standar dengan harga Rp. 14,3 juta.

Terkait nasib jamaah umroh yang gagal berangkat, Tongam  menghimbau agar seluruh jamaah tetap tenang. Ia menegaskan bahwa Satgas Waspada Investasi bersama Kemenag akan tetap memantau dan memberikan kesempatan bagi First Travel untuk mengurus keberangkatan jamaah umrah.

Dalam surat pernyataan yang disepakati antara Satgas Waspada Investasi dan manajemen First Travel terdapat poin-poin sebagai berikut:

  1. First Travel menghentikan pendaftaran jamaah umrah baru untuk program promo.
  2. First Travel akan memberangkatkan jamaah umrah setelah musim haji yaitu bulan November dan Desember 2017 masing-masing sebanyak 5.000 sampai 7.000 jemaah per bulan. Perusahaan ini akan menyampaikan timeline/jadwal keberangkatan jamaah umrah kepada Satgas Waspada Investasi selambat-lambatnya pada bulan September 2017. Untuk keberangkatan bulan Januari 2018 dan seterusnya, First Travel akan menyampaikan jadwal keberangkatan kepada Satgas Waspada Investasi pada bulan Oktober 2017.
  3. Dalam hal terdapat permintaan pengembalian dana/refund dari peserta, pelaksanaannya dilakukan dalam waktu 30 (tiga puluh) sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari kerja.
  4. First Travel segera menyampaikan data-data jamaah umrah yang masih menunggu keberangkatan kepada Satgas Waspada Investasi untuk pemantauan dan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka pembinaan.

Sebelumnya, Satgas telah merilis setidaknya, ada 11 instansi/perusahaan di bekukan sejak 18 Juli 2017 dengan alasan  tidak memiliki ijin usaha dan berpotensi merugikan masyarakat. Adapun 11 perusahaan tersebut antara lain:

  1. PT Akmal Azriel Bersaudara
  2. PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel
  3. PT Konter Kita Satria
  4. PT Maestro Digital Komunikasi
  5. PT Global Mitra Group
  6. PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store
  7. 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama
  8. Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia
  9. Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru
  10. PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM; dan
  11. PT CMI Futures

“Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin sudah mengkhawatirkan. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada,” ujar Tongam.

Secara terbuka, Satgas Waspada Investasi mengirimkan undangan pada sebelas perusahaan tersebut untuk memberikan keterangan terkait legalitas dan kegiatan usahanya. Dari 11 undangan yang dikirimkan, hanya delapan perusahaan yang hadir, diantaranya PT Akmal Azriel Bersaudara, PT First Anugerah Karya Wisata, PT Konter Kita Satria, PT Maestro Digital Komunikasi, PT Global Mitra Group, PT Unionfam Azaria Berjaya, 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama, Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia.

Ke delapan perusahaan tersebut, telah menyepakati surat pernyataan pemberhentian operasional terhitung dari  18 Juli 2017. Meski tiga perusahaan tidak turut hadir dalam undangan tersebut, namun Satgas Waspada Investasi menegasakan kegiatan operasionalnya akan tetap dihentika karena dinilai merugikan masyarakat dan melanggar undang-undang. (rie)