Cacak Maju sebagai Bakal Calon Walikota Palembang Jalur Independen

oleh -
Chairil Syah (duduk) kanan berserta para pendukungnya dalam sebuah acara diskusi.
Chairil Syah (duduk) kanan berserta para pendukungnya dalam sebuah acara diskusi.

Royalnews.com – Setelah melalui perhitungan yang matang, Chairilsyah akhirnya memilih maju sebagai bakal calon Walikota Palembang dari jalur independen. Pria yang biasa disapa Cacak ini akan berpasangan dengan Mu’alimin Pardi Dahlan. Dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Palembang 2018 nanti, pasangan ini mengusung nama Cak Imin.

“Niatan kami berdua maju dalam pilkada Kota Palembang 2018 ini tidak lain tidak bukan yakni untuk menjadikan Palembang yang lebih baik, sejahtera dan maju tentunya,” kata Cacak yang ditemui Royalnews.com usai diskusi Mencari Sosok Pemimpin Palembang Ideal di Palembang, Kamis (20/7).

Sebagai aktivis senior yang  sering terjun langsung ke tengah masyarakat, Cacak merasa yakin dan optimis akan memperoleh dukungan dari warga kota pempek ini. Menurutnya, hal ini dikarenakan ia faham betul peta dan situasi kondisi masyarakat kota Palembang.

Sepak terjang Cacak sendiri telah dikenal sejak duduk di bangku kuliah. Semasa masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (UNSRI), Cacak dikenal sebagai orang yang kerap berada disamping masyarakat Sumsel dalam hal mengadvokasi warga yang kurang beruntung. Cacak juga tercatat sebagai salah satu pendiri LBH Palembang.

Terkait pencalonan ini, ayah tiga putra dan dua cucu ini telah melakukan konsultasi ke sejumlah pihak, salah satunya adalah penyelenggara pilkada mengenai syarat dan ketentuan untuk maju melalui jalur independen. Di luar itu, Cacak yang sebelumnya kerap membantu calon-calon dalam pilkada, maka ketika ia menyarakan diri untuk maju, ia pun banyak mendapat dukungan.

Kemunculan nama Cacak dalam pilkada Palembang 2018 ini, sedikit mengubah peta kekuatan perpolitikan di Palembang. Selain dinilai sebagai calon pemimpin alternatif, kehadiran Cacak juga menjadi menarik lantaran calon tidak lagi didominasi oleh partai-partai besar dan orangnya itu-itu saja. (ahim)