Merasa Dikriminalisasi, Aliansi Ibu-Ibu di Sidrap Bela Aji Arty di Praperadilan

oleh -
FOTO: Perwakilan Aliansi Ibu-ibu Sidrap bersama tim hukum Hj Suharti mengajukan Praperadilan di pengadilan negeri Sidrap. Rabu (02/04/2018).

SIDRAP – Puluhan perempuan yang mengatasnamakan diri aliansi gerakan Perempuan Sidrap bersama Srikandi DOAMU (Paslon Pilkada Sidrap, Dollah Mando – Mahmud Yusuf) memadati Pengadilan Negeri Pangkajene, Kabupaten Sidrap. Rabu (02/04/2018).

Kedatangan puluhan perempuan tersebut tak lain untuk mengawal kasus seorang ibu rumah tangga, Hj Suharti yang diduga menjadi korban kriminalisasi yang saat ini ditahan di Polda Sulsel. Mereka datang bersama tim hukum yang mendampingi kasus Aji Arty (Sapaan akrab Hj Suharti) resmi mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Sidrap.

Aliansi Gerakan Perempuan Sidrap meminta aparat aparat hukum untuk adil dan tidak menkriminalisasi Aji Arty. Bahkan jika tidak, puluhan perempuan yang didominasi ibu-ibu itu akan menggelar aksi besar-basaran. “Kami hadir di sini untuk mengawal saudara kami Aji Arty. Masa hanya gara-gara tulisan kafir dia ditahan,” kata Eka Ambarwati, Aktivis perempuan ke wartawan.

Hal sama dikatakan Ketua Srikandi Doamu, Hj Andi Dairah Ahmad. Menurutnya, Aji Arty adalah korban kriminalisasi. Relawan setia Doamu itu juga kerap difitnah.

“Kami tahu Aji Arty, dia hanya korban kriminalisasi. Banyak yang memfitnahnya tapi tak ditangkap, dia baru dilapor masa langsung ditangkap,” katanya. Dia juga mengancam menurunkan massa besar-besaran jika Aji Arty dipaksakan ditahan,” katanya.

Sementara tim hukum Hj Arty, Mahyudin, menegaskan adanya proses yang menyalahi prosedur. “Kita akan melawan secara hukum. Ada dugaan polisi seenaknya bertindak menangkap Aji Arty. Tanpa ada surat penangkapan lalu polisi menangkap langsung Aji Arty,” kata Mahyuddin.

Tambahanya lagi, pasal yang diadukan adalah UU ITE, delik aduan. Sehingga menurutnya butuh klarifikasi terhadap terlapor baru di lakukan upaya paksa.

“Jelas bahwa ini tendensius. Jadi jelas motif politis, bukan karena motif hukum dengan adanya dugaan bukti permulaan yang kuat,” tegas pria yang akrab disapa Ayyub ini.

Suharti ditangkap Minggu malam (15/04/2018) setelah dilapor oleh 9 pimpinan partai pengusung paslon Fatmawati Rusdi – Abdul Majid (FATMA). Mereka tidak terima unggahan komentar Aji Arty di Facebook yang merespon sebuah status menulis hadist Sahih. Dia ditahan meski kabar terbaru pelapor telah mencabut laporan.