Diduga Ada “Kongkalikong”, Timsel Komisioner KPU Bulukumba Didemo

oleh -

BULUKUMBA – Penetapan seleksi pemilihan calon Komisioner Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Bulukumba tahap 18 besar menuai protes lantaran adanya dugaan kekeliruan dan kesalahan administrasi oleh tim seleksi.

Protes dilakukan sejumlah masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam aliansi peduli demokrasi menggelar unjuk rasa di perempatan teko Bulukumba, Selasa (27/03/2018) diikuti puluhan massa aksi.

Koordinator lapangan Adi Tompel dalam orasinya menyebutkan bahwa timsel harus menganulir penetapan 18 besar seleksi komisioner KPU Bulukumba.

Menurutnya hasil penetapan calon komisioner KPU Bulukumba disinyalir terdapat kecurangan dan kekeliruan, timsel mengatakan harus ada keterwakilan perempuan sementara ada yang lolos 18 besar tercatat sebagai perempuan di lembar pengumuman yang nyatanya adalah laki-laki.

“Yang kami anggap ini adalah pelanggaran dan cacat administrasi olehnya itu kami meminta timsel menganulir penetapan itu dan seleksi komisioner KPU diambil alih oleh Provinsi”. Ujarnya dalam orasi.

Sementara orator lain, Baso Riswandi menanyakan indikator penilaian timsel karena menurutnya ada peserta dua seleksi yang sama nilainya yaitu 49 poin namun karena alasan keterwakilan perempuan harus ada maka yang satunya digugurkan. Selain itu massa menilai ada kongkalikong pada proses seleksi.

“Timsel harus menjelaskan seperti apa indikator penilaiannya, karena ada yang sama nilainya yakni 49 poin namun yang tercatat sebagai perempuan tersebut diloloskan dengan alasan keterwakilan perempuan namun nyatanya Harum itu adalah laki-laki kami tau betul kalau Harum itu adalah laki-laki. Kami patut curiga ada kongkalikong, olehnya itu kami menganggap ini adalah kekeliruan dan kecurangan dari timsel karena melanggar dan cacat administrasi makanya sebaiknya timsel menganulir dan membatalkan penetapannya karena disinyalir ada permainan,” ungkapnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung cukup alot, mengakibatkan kemacetan panjang. Massa baru membubarkan diri setelah menyampaikan semua protesnya. Namun, mereka mengancam akan kembali berdemo dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tak diindahkan.