Diduga Fiktif, Perjalanan Dinas DPRD Bulukumba Diperiksa Polisi

oleh -
Ilustrasi Src: Google View Street

BULUKUMBA, Royalnews.co.id —  Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba saat ini tengah menyelidiki dugaan Mark up anggaran perjalanan dinas Legislator di DPRD Bulukumba tahun 2017 lalu.

Menurut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bulukumba AKBP M Anggi Naulifar Siregar mengatakan, saat ini dugaan perjalanan fiktif Legislator itu dalam tahap pemeriksaan pihaknya.

“Iya, proses masih berjalan, masih belum bisa dipastikan berapa orang terlibat,” kata Anggi Siregar kepada wartawan. Senin (26/03/2018).

Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Muh Ali lebih lanjut menambahkan penyidik masih mengumpulkan sejumlah keterangan tahap awal dengan memeriksa beberapa orang.

Hanya saja soal siapa dan berapa orang yang diperiksa pihaknya serta apakah itu anggota dewan atau staf DPRD, kepolisian belum mau membeberkan lebih luas lagi, sebab kasus tersebut masih dalam rana penyelidikan.

“Sudah ada beberapa orang kita periksa karena ini masih dugaan, namun jika terbukti nanti kita akan publis. Ini masih panjang tapi Insyaallah secepatnya, kita akan berusaha maksimal,” jelas Bripka Muh Ali.

Selain pihak kepolisian, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) juga menyakini perjalanan dinas anggota DPRD Bulukumba fiktif.

Kopel meminta Penyidik kepolisian bekerja ekstra membongkar dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

Kopel membeberkan beberapa bukti yang telah muncul kepermukaan, salah satunya perjalanan dinas untuk bimbingan teknis (bimtek) ke Semarang pada 2017 lalu. Saat dikonfirmasi ke DPRD Bulukumba waktu itu ada 40 surat perintah perjalanan dinas (SPPD) anggota dewan.

Namun fakta di lapangan yang Kopel temukan justru sebagian anggota dewan berada di tempat yang berbeda. Termasuk yang harus ditelusuri apakah anggaran 40 legislator keluar meski tidak berangkat.

“Kita di Kopel meyakini ada perjalanan fiktif. Kadang tidak berangkat, tapi ada SPPD-nya. Ini baru sekali, belum yang lain. Nah, ini harus ditelusuri kebenaraanya,” tegas Direktur Kopel Bulukumba Muh Jafar.