Pelayanan RSUD Disorot, Plt Direktur: 979 Pegawai Sangat Sulit Dikendalikan

oleh -1.060 views

BULUKUMBA – Buntut maraknya sorotan terhadap RSUD Sultan Faeng Radja Bulukumba, puluhan mahasiswa dari HMI menggelar aksi unjuk rasa. Pendemo yang melakukan orasi di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja, Bulukumba Kamis (14/11/17) yang menekankan persoalan yang banyak dikeluhkan.

Seperti pengelolaan RSUD yang kini berubah menjadi BLUD yang diduga tidak sehat. Manajemen RSUD menurut pendemo tidak becus sehingga merugikan pasien. “Sudah cukup sorotan dan keluhan. Apa sebenarnya terjadi di RSUD kita ini. Jika memang pejabat dan pimpinan tidak bisa mengelola kami sarankan dicopot saja,”kata Ebit Supadi, Sekertaris Umum HMI Bulukumba saat orasai.

HMI pada rilisnya meminta agar manajemen RSUD dievaluasi dan diawasi. Baik pada pelayanan maupun terkait pengelolaan keuangan yang diduga tidak transfaran. Sehingga buntutnya juga pada gaji dan tunjangan yang tertunda.

Pengunjuk rasa pun medesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD, Abdul Rajab yang dinilai gagal hingga saat ini. Direktur juga dinilai pendemo tidak tegas dalam mendisiplinkan pegawai terutama oknum dokter yang malas.

Belum lagi keluhan sistem BPJS yang berbelit-belit. Termasuk mempertanyakan kinerja dewan pengawas RSUD yang sudah type B itu. “Hal yang paling dikeluhkan masyarakat adalah soal kehadiran dokter di RSUD. Kami bukan Tuhan, tapi kami menangis. Sultan Daeng Radja akan menangis namanya ada di tempat mewah tapi tidak melayani rakyat,” tambah Baso Riswandi, perwakulan HMI Komisariat STKIP.

Plt Direktur RSUD Sultan Dg Radja, dr Abdul Rajab mengaku telah menjalankan amanah sesui SOP (Standar Operasional Prosedur). Soal fasilitas, pihak RSUD mengaku hanya menerima dari kontraktor sebelumnya katanya kurang pengawasan. “Terkait sarana dan prasarana ya kami cuma menerima apa yang sudah dilakukan (dikerjakan) kontraktor, yah itu adanya. Kalau buntu kami pelihara lagi,”katanya.

Terkait pelayanan oleh petugas pihaknya juga sudah berusaha semaksimal. Setiap pagi kata Abdul Rajab menegaskan kepada bawahannya agar bekerja sesuai standar RSUD yang sudah Tipe B. “Setiap apel
Pagi kami selalu mengarahkan kepada teman-teman saya (pegawai) bahwa rumah sakit kita ini tipe B. Jadi pelayananya harus tipe B juga. Namun dalam pelaksanaan dengan jumlah pegawai 979 orang yang memiliki watak dan karakter berbeda-beda itu sangat sulit dikendalikan seperti membalik telapak tangan baik itu dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya,”katanya.

Abdul Rajab juga menanggapi keluhan pasien tentang dokter. Menurutnya telah menyusun jadwal baru. “Di RSUD ini ada 43 dokter yang bertugas termasuk dokter umum, kita sudah minta masing-masing memasukan jadwal jam berapa mereka bisa masuk untuk dicocokan dan dibagi tugasnya. Kita bisa lihat di poli pengobatan. Jika dokter tidak ada kita bisa pulang dulu makan baru datang. Yang jelas kita akan terus berupaya meningkatkan pelayanan,” ujar Abdul Rajab.

Abdul Rajab mengaku siap dicopot dari jabatan jika dinilai gagal. Apalagi katanya selama ini sudah tidak fokus di tempat praktek. Abdul Rajab mengatakan telah berusaha meningkatkan mutu pelayanan di RSUD. “Jabatan ini amanah jadi saya siap turun (dicopot). Saya sudah mewakafkan diri, saya kembalikan ke pengambil keputusan,”tutupnya.