Warga Tolak Pembangunan Gereja Katolik di Bulukumba

oleh -1.339 views

BULUKUMBA – Warga Kabupaten Bulukumba yang mayoritas umat muslim resah dengan adanya tempat ibadah tanpa izin. Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat ramai-ramai menolak Gereja Katolik yang berada di jalan Dr Wr WAhidin Sudiro Husodo tersebut.

Bentuk penolakan setelah gambar dengan kop surat gereja tersebut beredar luas. Padahal untuk mendirikan tempat ibadah harus melalui mekanisme dan mematuhi persyaratan.

Tokoh Masyarakat, yang juga Anggota DPRD Bulukumba, Fahidin, mewanti agar pemerintah selektif dan berhati-hati. Terutama dalam mengeluarkan izin Gereja Katolik, sebab katanya, belum bersyarat. “Saya ingatkan situsi dan kondisi kerukunan antar beragama di Bulukumba sudah sangat baik, kondusif dan saling menghargai. Jangan karena isu ini memantik penolakan masyarakat yang lebih besar pada akhirnya akan merusak kedamaian hidup berdampingan selama ini,’tegasnya.

Fahidin, mengatakan keresahan umat Islam karena populasi Katolik di Bulukumba sedikit. “Jadi cukup yang sudah ada saja dulu,”ungkapnya. Hal sama diungkapkan Ketua Dai Muda Bulukumba, Ikhwan Bahar saat ditemui Royalnews. Ikhwan Bahar, yang memiliki jaringan hingga daerah siap turun menyuarakan penolakan.

‘Jangan kira saya dan kami begini (diam) rela menerima hal yang meresahkan. Kalau perlu saya akan mati,’tegas Ikhwan. Tambah Ikhwan Bahar dirinya telah melakukan investigasi dan tidak menemukan adanya izin pendirian gereja yang dimaksud. “Hari ini ada pertemuan soal itu (gereja) di Pemkab Bulukumba, kami dau muda dan MUI akan kawal itu,”katanya.

Aktivis Mahasiswa turut menolak pembangunan gereja tersebut. Bahkan kelompok mahasiswa Bulukumba dan Makassar akan turun ke jalan pekan ini. Hal itu dikatakan Sekertaris Umum HMI Bulukumba Ar Ebit Supadi saat dihubungi Royalnews.

“Memang ini bukan negara Islam. Di Bulukumba ini mayoritas muslim sehingga sangat tidak layak pendirian gereja lagi. Apalagi persyaratan untuk itu tidak terpenuhi, karena memang sudah ada (gereja),”tegasnya. Rencananya, mereka akan menggelar aksi besar, dan terkait sejumlah masalah di Bulukumba saat ini.

Sementara itu Pihak Pemkab, Kemenag dan sejumlah ormas Islam menggelar pertemuan terkait hal itu, Selasa 14 Nopember 2017 hari ini.