RSUD Bulukumba Diduga Langgar Permenkes yang Merugikan Pasien

oleh -3.785 views

BULUKUMBA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Dg Radja beberapa hari terakhir kembali disoroti oleh berbagai elemen masyarakat, baik dari pasien, keluarga pasien maupun aktivis pemerhati kesehatan. Pasalnya, selain kondisi toilet di beberapa ruang perawatan yang membahayakan keselamatan pasien dan keluarganya juga karena pelayanan yang diberikan terutama pada pasien pezerta BPJS.

Hal itu membuat Direktur Kopel Bulukumba, Muhammad Jafar juga membeberkan aturan yanv ada. Dia mencontohkan kehadian pada 10 November lalu, keluarga pasien, Suparman mengunggah status di akun FBnya tentang kondisi keluarganya yang tidak mendapatan haknya sebagai peserta BPJS dengan maksimal.

Dan pada 12 November kemarin, Keluarga salah satu pasien juga mengeluhkan pelayanan RSUD. Karena keluarganya merupakan peserta BPJS kelas 1, namun oleh RS dengan alasan ruang kelas 1 sudah penuh, maka pasien ini di rawat di kelas 2.

Dari keluhan demi keluahan masyarakat ini, namun sepertinya keluhan yang sama selalu berulang menguatkan dugaan terjadi “Perselingkuhan” antara Pemda, BPJS dan RSUD dlam memberikan pelayanan terhadap Pasien BPJS.

Kenapa demikian, kata Jakfar karena dalam Permenkes 71/2013 sangat jelas hak pasien BPJS. Di mana dalam pasal 22, disebutkan, jika ruang perawatan yang menjadi hak peserta BPJS penuh, maka maka pasien berhak dirawat 1 tingkat diatasnya maksimal selama 3 hari.

Namun yang terjadi adalah jika ruangan yang menjadi hak peserta penuh, RSUD merawat pasien 1 tingkat di bawahnya.
“Ini sungguh tidak adil, Peserta yang dengan rutin membayar iuran tiap bulan, bahkan jika terlambat kena denda. Namun saat masuk RS mereka tidak dapat menikmati apa yang menjadi Haknya.” Kata Muhammad Jafar, Senin (13/11/2017).

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh RS dalam memberikan layanan kesehatan ini terulang. Karena Pemda inginkan BPJS sebagai pelaksana Jaminan Sosial tidak pernah memberikan sanksi yang tegas bagi RS yang mengabaikan hak Pasien.

Apa yang menjadi cita cita Bulukumba Melayani khusus di sektor kesehatan akan menjauh dari harapan. Kondisi ini, dengan banyaknya keluhan di Masyarakat, Dewan Pengawas RS harus hadir dalam menjembatani dan menyelesaikan hal ini.

“Yang jadi soal kalo Dewan Pengawas juga tidak paham tugasnya. Beginilah jadinya jika menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya,” tambah Jafar.
Selain itu, kondisi bangunan yang menghabiskan anggaran miliaran dengan usia yang baru, namun sudah terdapat kerusakan-kerusakan perlu menjadi perhatian.