Menag Buka Pentas PAI Tahun 2017 di Aceh

oleh -

ACEH,Royalnews.co.id – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Pentas Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional ke VIII Tahun 2017 di Provinsi Aceh. Pembukaan Pentas PAI 2017 digelar di taman Shulthanah Shafiatuddin, Aceh, Senin (09/10) malam berlangsung meriah dengan penampilan tarian Peumulia Jamee, defile peserta dari 34 provinsi, dan pertunjukkan seni lainnya yang mengundang antusias ribuan masyarakat Aceh yang memadati area lokasi acara pembukaan sejak sore.

Disampaikan Menag Lukman, Pentas PAI sesungguhnya merupakan kebutuhan kita semua, di mana dengan kegiatan ini, kita sebagai orang tua yang memiliki anak belajar di Sekolah Dasar hingga SMA/SMK dapat mengetahui bagaimana pengetahuan, bakat, minat, dan keterampilan yang dimiliki oleh anak-anak kita dibidang pendidikan agama islam (PAI).

Bahkan, lanjut Menag, dengan Pentas PAI ini kita dapat mengetahui bagaimana tingkat ketuntasan dan ketercapaian proses Pendidikan Agama Islam yang selama ini dilakukan. Tidak hanya itu, kebutuhan kita sebagai penyelenggara, aparatur pemerintah, dan legislasi kebijakan pendidikan dapat mengetahui bagaimana pembinaan dan pemantauan serta evaluasi atas perkembangan keberhasilan penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam secara nasional.

“Kita sebagai masyarakat dapat mengetahui bagaimana potensi-potensi Pendidikan Agama Islam yang dimiliki oleh para generasi muda, sehingga kita dapat menatap masa depan bangsa dan negara yang lebih baik”, kata Menag. “Penyelenggaraan Pentas PAI memiliki makna dan posisi yang sangat strategis, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pendidikan Agama Islam,” ujarnya.

Mengusung “Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan”, Pentas PAI tahun 2017 ini menurut Menag Lukman sangat penting untuk digelorakan di tengah masyarakat sesuai konteks dan karakteristik keindonesiaan yang beragam. “Sangat penting untuk kita gelorakan terutama di tengah-tengah penyelenggaraan Pentas PAI ini. Sebab, Pendidikan Agama Islam, sudah seharusnya dikontekskan dengan karakteristik keindonesiaan, yang memang tidak terpisah dari keragaman dalam banyak aspeknya, di satu sisi, dan nilai-nilai religiusitas dan keagamaan di sisi yang lain,” ucap Menag.

Tampak hadir, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, sejumlah pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia, Alim ulama, teungku, dan tokoh masyarakat Aceh. (M Arif Efendi/Kemenag)